Ada Apa Dengan Cinta? (Remake) Bagian Pertama

Tuesday, February 15, 2011 0 comments


Di suatu sekolah nun jauh di sana, terlalu jauh sehingga butuh 5 jam untuk sampai di sana, ya kalau naik motor sendiri kira kira jadi 3 jam lah, tapi 2,5 juga boleh, hhe, sama temen gitu, masa mau pelit2, hhe. Entah nama sekolahnya apa, jujur saja saya belum melihat film Ada Apa dengan Cinta secara lengkap, jadi ya maklum lah, gak usah ngejek deh lu, gue lempar sendal ni!


"eh kasian ya, yang nulis cerita ini ternyata lum pernah nonton AADC, ckck, ndeso banget ya?"

"u.uh, masa film jaman dahulu kala ketika batu belum keras, dia malah nonton, kasian kasian kasian"


Heh! jadi figuran aja udah berani ngritik penulis kalian, mau nih saya hapus adegan kalian!


"ngancem ikh, ya jangan dong bos, ntar intronya gak gokil dong kalo scene kita di hapus, ya gak tong" ucap amir.

"hala iya bos, gak dibayar gak papa deh, itung itung numpang tenar di cerita ini, ya bos ya, cakep dah" rayu otong.


Makanya, diem aja, manut sama yang nulis dong, gitu kan enak, jadi figuran kok kaya orang susah, ribet.


"ngancem ye si bos, gak megang banget deh" bisik amir.

"u.uh. dirayu dikit aja udah ..."


Minggat! kalian kira saya gak dengar kalian bisik bisik apa! pergi pergi. dan dua orang figuran itu pun pergi meninggalkan cerita. padahal saya sendiri juga tidak tahu mereka itu sedang ngomong apa. hhe. lagian kan saya sendiri yang nulis cerita ini, adegan mereka juga ada karena keisengan saya. kok ya jadi berasa kaya orang gila ya? ngomong sendiri.


"..."


Sudah sudah, kebiasaan kalau intronya kepanjangan, tapi biarlah, semakin pajang semakin asik, kaya iklan jajanan di TV itu. hha. nah, kan di sekolah itu sedang ada lomba puisi nih, dan seluruh siswa yakin Cinta yang akan menjadi juara. Namun tanpa diduga, ternyata bukan Cinta yang menang, tapi Pak Tarno. Loh? kok Pak Tarno? wah, ini pasti sabosate nih, cerita telah dirusak oleh orang orang tak bertanggung jawab dan tidak rajin menabung. Jadi, para pembaca sekalian, tolong dibantu yak, katakan Rangga, katakan Rangga, biar nanti Pak Tarno nya berubah jadi Rangga, ok. Yuk mari.

"Ranggaaaaaaaaaaaaa....." teriak salah satu pembaca.

Itu anda bukan? kalau iya. gila lu ah. gak usak teriak aja saya sudah dengar kok. Tapi terima kasih, berkat anda, Pak Tarno sekarang berubah jadi Rangga yang cakep, jadi mirip sama Nicholas Saputra itu tuh. Rangga bisa menang berkat puisinya yang berjudul "Perjalanan Dora mencari Boots". Puisi yang sebenarnya biasa itu, menjadi pemenang lomba, dan karena biasanya itu, Cinta dan teman teman pengurus mading sekolah heran, penasaran kenapa kok bisa menang ya? ada yang tahu kenapa? kok bisa ya? ya bisa kok? bisa kok ya? eh, iya gak sih? loh? kok jadi galau -_-?

Kemudian Cinta dan teman temannya memanggil Rangga untuk di Interogasi.

"Rangga, apa benar anda kemaren melihat pertandingan Tennis di Bali?" tanya Cinta.

"..." Rangga diam tanpa kata, seperti lagunya d'masiv.

"Hey, kalau ditanya itu jawab, jangan diam saja!" bentak Cinta.

"..." Rangga tetap saja terdiam, tanpa salto sedikitpun.

"Udah deh Cyin, bisu kali tu orang, jadi gak bisa ngomong gitu, tuh liat, bibirnya aja mpe jontor kaya traktor" potong teman Cinta.

"Kalau ngomong liat orangnya dulu dong, mata kamu di lutut apa?" Cinta membantah.

Ternyata, teman Cinta sedang melihat patung Anoa yang berada di Markas Mading. Ya elah, pantesan aja, Rangga yang gantengnya Naudubila gitu, masa dibilang bibirnya jontor. Woi, dasar figuran!

"Itu buku apa?" tanya Cinta kepada Rangga.

"AKU" jawab Rangga.

"Iya, tahu, bukunya milik kamu, tapi judulnya apa?"

"Ya AKU, nih bisa baca gak sih, matanya dibuka lebar lebar, nih!" balas Rangga sambil meletakkan bukunya di depan muka Cinta.

"Gak sopan! kamu saya tilang, karena melanggar Undang undang kekerasan terhadap cewek, ini suratnya!" Cinta memberontak.

"Apa apaan kamu, saya tidak bersalah, saya tidak mencuri kambing milik Pak Dulah, ini fitnah!" Rangga emosi, ia langsung pergi meninggalkan Cinta, dan bukunya itu tak sengaja terjatuh.

Namanya juga gak sengaja, jadi gak usah pada bingung ya jatuhnya kenapa. hhe.

"Pecahkan saja kacanya biar ramai! lalu mengaduh sampai gaduh!" tantang Cinta pada Rangga, untuk memecahkan kaca jendela Ruang Mading.

PRAAANNGGG!!

Ternyata Rangga mendengar kata kata Cinta, lalu dia mengangkat Suyono dan melemparkannya ke Jendela. Sungguh terlalu. Rangga kemudian pergi, sementara itu, Cinta memungut buku milik Rangga itu, dan membawanya ke Rumah, untuk dibaca tentunya, masa iya buku dimasak, emang Kangkung Cyin.

Rangga tersadar, bahwa bukunya telah hilang, dia kebingungan, saking bingungnnya, dia muterin komplek rumahnya sebanyak 7 kali, seraca sedang tawaf.

"Buku! dimana kamu!" Sambil mencari cari, Rangga berteriak.

"Bukunya hilang mas? berapa tahun? cirinya apa mas?" tanya tukang soto.

"Tinggi selutut, rambut dikucir, trus ada tahi lalat di idung, kira kira sampean gila gak mas? saya itu lagi nyari buku, bukan anak kecil" jawab rangga pada tukang soto.

"La sampean itu apa gak gila juga, udah tahu yang dicari buku kok ya teriak teriak, emang buku punya telinga apa?" balas si tukang soto.

"Ah ribet ah, ngomong sama tukang soto yang o’on" ejek Rangga.

"Ye, gila kok gak mau ngaku, dasar gila, eessss" kemudian si tukang soto meninggalkan Rangga.

"Jangan beli sotonya abang ini, mengandung formalin, awas!" teriak Rangga di tengah komplek sambil lari meninggalkan si tukang soto.

"Eh Sialan lu, jangan lari bocah nakal! terima ini!" lalu si tukang soto melemparkan gerobak sotonya ke Rangga.

WINNGGG… GROBRYAK! KROMPYANGG!!

"Rasain tuh! ngehek lo!" si tukang soto ngejek sambil melet melet.

"aduh, salah nih ngejekin si abang, ketimpa grobak dah, sial!" sesal Rangga karena telah mengejek si tukang soto.

Tiba tiba di depannya muncul sesosok bayangan putih menawan tapi bukan setan, dan ternyata itu Cinta. Ternyata Cinta ingin mengembalikan buku tersebut, pas momentnya, ketika Rangga kebingungan mencarinya.

"Nih, aku kembaliin buku kamu, bukunya ketinggalan di Ruang Mading pas kamu ngamuk di sana" kata Cinta tersenyum sambil mengembalikan buku kepada Rangga.

"Terima kasih, kamu baik sekali, aku tak tahu lagi jika buku ini tidak aku temukan" balas Rangga.

"Sama sama, tapi maaf ya, aku sampul ulang, habis kemaren jatuh, trus keinjek, lalu kena e.ek ayam, jadi aku bersihin dulu, hhi" Cinta tersipu malu.

"Oh, gak papa, aku suka kok sama pink dan gambar teddy bear ini, unyuu.."

Karena peristiwa itulah, Rangga menjadi dekat dengan Cinta. Beberapa hari kemudian, Rangga mengajak Cinta ke Kwitang, tempat ia membeli buku lama. karena terlalu lama, banyak buku buku tua yang masih menggunakan huruf Heroglyph ataupun Pallawa.

"Eh Cin, liat deh, bagus ini bukunya, lihat, bisa buat ngitung perkalian sama tambah tambahan, cekidot deh"

"Itu kalkulator Rangga, ini baru yang namanya buku, jangan bercanda ah" kata Cinta.

"Ye, itu mah pulpen tauk, hhe. Cinta pinter becanda ternyata, ucul" puji Rangga.

"Hei kalian, kalau niat mau beli pilih yang bener, kalkulator sama pulpen kok di bilang buku, ini yang namanya buku" potong tukang jualan buku sambil memegang sebuah benda, ternyata sebuah panci.

"Diihhh. bapaknya bisa becanda juga ikh, hahaha, bisa juga ah bapak"

"Hehe, kan biar lucu atuh aden, namanya juga plesetan, asik kalau kepleset pleset, hihi" jawab bapak tukang jualan buku sambil menunjukkan wajah imutnya.

Tiba tiba terdengar suara elpiji 3kg meledak di dekat Kwitang. lalu Cinta teringat akan janji menonton konser bersama teman-temannya.

"Aduh Rang, aku lupa!"

"Lupa kenapa Cinta? kamu lupa matiin kompor gas di rumah kamu?" tanya Rangga.

"Bukan, aku lupa kalau sekarang aku harus nonton konser Srimulat sama temen temen" Cinta panik.

"Ya sudah, buruan gih ngesot, keburu telat ke konsernya" saran Rangga.

Cinta pun meninggalkan Rangga untuk menonton konser Srimulat.

Pada suatu malam Rangga dan Cinta kencan di sebuah kafe. Kafe Meong namanya, salah satu Kafe yang tersebar di seluruh Indonesia Raya. Kafe yang sederhana namun sangat kental suasana kekeluargaannya ini, menjadi tempat andalan Rangga dan Cinta untuk kencan. Namun sebelum Cinta berangkat, Alya menelepon untuk memintanya ke rumah. Namun Cinta berbohong bahwa ia akan pergi ke rumah sakit.

*backsound: NSP keong racun*

"Moshi moshi, Cin, bisa ke rumahku sekarang gak?" Alya menelepon.

"Waduh, kayaknya gak bisa deh, pintu ajaib doraemonnya masih dipinjem Giant, [baca: Jaiyen-red, jangan terlalu EYD banget ya] belum di balikin, jadi gak bisa" Cinta membalas SMS Alya.

"Yah, penting nih Cin, minta tolong sama Son Goku aja, biar dipinjemin Awan Kinton, atau sama Pakde Aladin, minta dipinjemin karpet terbangnya" Saran Alya.

"Duh, beneran gak bisa deh, suer, pokoknya aku gak bisa, kamu manut aja ya, kan di RUU gitu, kalau aku ngrubah isi RUU, ntar di laporin ke komnasham lagi. kan gak Horor" Alibi Cinta pada Alya.

"Yaudah, padahal aku mau kasih kamu uang 10 juta cash nih, aku baru menang Undian. tapi berhubung kamu gak mau, ya gak jadi aja"

"APA? beneran Al? aku ma..." TUUUUUTTT.. suara kentut Cinta mengiringi ditutupnya Line Telpon dari Alya. Tanpa basa basi cerita, Cinta pun pergi bersama Rangga. di Kafe Meong, Di sana Cinta menyanyikan lagu yang dibuat dari puisi Rangga.

"Kulari ke hutan kemudian menyanyiku, pok ame ame belalang kupu kupu, ikh kamu lucu deh.

kulari ke pantai kemudian teriakku, aku tadi kentuuuuutttt!!!.

sepi, sepi dan sendiri, sendirian kok di tempat sepi, asal jangan berduaan aja, ntar yang ketiga setan. hhi.

aku benci, bukan banci lo, gile lu cyin.

Aku ngin bingar, bibirnya nyangar [baca: jontor-red, kalau gak salah]

aku mau di pasar, trus jualan daging kuda nil, pasti laris.

bosan aku dengan penat, habis kerjaannya gangguin aku maen UNO sih. rese!

dan enyah saja kau pekat, kau tak pantas menjadi Pokemon Master.

seperti berjelaga, alias ksatria bertopeng jelek tapi baig hatinya.

jika ku sendiri, ya nasib ya nasib, hiks.

Pecahkan saja gelasnya, kalau perlu sekalian dapurnya di bakar!

biar ramai, melebihi ramainya Kasus Gayus.

biar mengaduh sampai gaduh, gaduuuuuuuuuuuuuhhhhh..

Ah...ada malaikat menyulam, kurang kerjaan banget sih, ya.

jaring laba-laba belang, pasti persilangan antara laba-rugi dan zebra cross.

di tembok keraton putih, karton kali, kalo keraton ya dijogja ya.

kenapa tak goyangkan saja loncengnya, trus teriak SATE, SATE!

biar terdera, karena di sliding lawan.

Atau aku harus lari ke hutan, untuk bertemu tarsan?

belok ke pantai ......... ketemu nyi blorong?"


Nyayian itu membuat Rangga terpikat, terpesona dengan Suara Cinta yang merdu, atau karena guna guna dari Nyi Blorong? ah entahlah. biarlah waktu yang menjawab. Kemudian mereka berbincang bincang dan menghabiskan waktu di kafe meong bersama. mulai dari makan, minum, maen petak umpet, futsal, dan ngejekin orang bersama, walau sampai babak belur di kejar masa, tapi mereka terlihat senang dan bahagia.

Saat Cinta pulang, mama Cinta akan pergi menjenguk Alya di rumah sakit karena mencoba bunuh diri. Cinta menjadi sangat menyesal.

"Mau pergi kemana Ma?" tanya Cinta kepada Mamanya.

"Ke Rumah Sakit, si Alya mau bunuh diri Cin!" jawab Mama Cinta.

"Hah? beneran mah? kenapa bisa?"

"Mama gak tau, tadi pas mama lagi Futsal sama nenek tiba tiba ada abang abang tukang Anter Pizza datang ke rumah, trus ngasih Notification baru, bunyinya 'Alya temennya Cinta mencoba Bunuh Diri 2 jam yang lalu', duh, kenapa Alya punya pikiran seperti itu ya?" pikir Mama Cinta.

"Ini salah Cinta Ma, tadi Alya telfon Cinta, katanya mau ngasih Cinta uang 10 juta, katanya Alya dapat Undian berhadiah, tapi Cinta keburu bilang gak mau, Cinta gak tau kalau dia mau ngasih Cinta Uang" sesal Cinta.

"Kamu blo'on Cin, kenapa uang 10 juta di depan mata kamu tolak, bodoh!" Ujar Mama sambil toyor toyor kepala Cinta berulang ulang.

"Cinta nyesel Ma, maaf"

Tiada maaf bagimu marisol! hhe. Cinta menyesali perbuatannya, Alya yang sekarang berada di rumah sakit, tidak tahu menahu tentang kejadian di rumah Cinta. *yaiyalah*. Mama dan Cinta kemudian pergi ke rumah sakit untuk menjenguk Alya. tapi berhubung hari sudah malam, jadi mereka harus tidur dulu sesampai di sana. dan ceritapun ikut tidur. *latahsyndrome*. dan cerita akan berlanjut esok hari.

- AADC (Remake) Bagian I, bersambung-

0 comments:

Post a Comment

Home
 

©Copyright 2011 flip flip flow | TNB

©Copyright 2012 flip flip flow | Original Code by TNB, Re-Design and Coded by sleepingpasa

[close]