3 hati, 2 dunia, 1 cinta..

Wednesday, February 16, 2011 0 comments

3 hati, 2 dunia, 2 cinta..

apa yang pertama kali terlintas di pikiran kalian ketika kalian membaca atau mendengar kata itu? yap, judul film, benar, 1 buah kulkas beserta isinya, menjadi milik anda, hadiah dapat di ambil di toko2 terjauh yang tidak ada di kota anda, hhe. Sedikit berbagi cerita saja, saya tadi baru saja melihat film itu, ya walau gak dari awal sih, tapi puas, puas dengan ceritanya, sungguh2 membuah saya menjadi pengen senyum2 sendiri, hhe. bagus? ya tentu saja, ngapaen juga ngomong jelek kalo emang bagus, toh walaupun saya gak disuruh buat mempromosikan itu film, tapi saya ikhlas sekali kok, bilang kalau film itu, bagus, top markondang wis :D hhe.

tadi sih liatnya gak dari awal, ya kira2 udah sepertiga jalan, tapi langsung tertarik, soalnya sebelumnya juga udah penasaran sih liat iklannya di tipi, tau bakal tayang, tapi gak niat nonton, eh, malah gak sengaja nonton, walah2, jodoh kali yak, hhe. waduh, kok malah menceritakan soal pengalaman nonton filmnya, kan niatnya mau membahas dan bercerita sesuatu dibalik film itu. hhe. yuk mari, kembali ke TKP. :p


hmmm, filmnya menceritakan tentang kisah cinta antara 2 orang yang berbeda keyakinan, yang cowok keyakinannya A, yang cewek keyakinannya B, tapi mereka saling mencintai, bisa dibilang walaupun mereka berbeda keyakinan, tapi rasa sayang mereka tak bisa dihalang halangi, hhe. tetap aja mereka menjalani hubungan mereka, sampai pada suatu waktu, ketika mereka didatangi sekelompok orang yang you know lah, kalo udah nonton filmnya, pasti tau, sengaja juga gak dijabarkan, ntar kepanjangan lagi, hhe. setelah kejadian itu, mereka berdua jadi bingung tentang hubungan mereka. mereka menjadi bimbang dengan apa yang mereka jalani. karena apa? ya karena keyakinan mereka yang berbeda itu, baik dari pihak si cowok maupun si cewek, saling tidak begitu menyetujui, ya tentu saja karena ajaran dari keyakinan mereka masing2. nah, apakah orang tua mereka tidak mencoba mengerti tentang perasaan mereka? ya tentu saja mencoba mengerti, tapi kalau udah kebentur sama keyakinan kan jadi susah. susah gimana? apa orang tua kita tidak pengen melihat kita bahagia? hmmm. susah memang, tadi aja di film dibahas, ada yang bertanya, bagaimana hubungan yang berbeda keyakinan? eh, malah di jawab, hahahaha, ketawa, katanya sih, kalau mau tau jawabannya ya ketawa, soalnya ketawa itu paling universal, di belahan bumi manapun, pada mudeng, hhe. tapi intinya? ya coba aja ketawa dulu. hahahaha. dan satu lagi, ada juga pas adegan yang ngejawab, belum berani juga menjawab, bagaimana hubungan beda keyakinan itu, tapi kita harus introspeksi pada diri kita masing2, minta petunjuk sama yang di Atas jika kita menghadapi masalah itu. kalau kita belum yakin, atau belum begitu tahu tentang solusi dari masalah itu, ya jangan sok pintar lah, jangan sok sok an mengambil solusi yang kita anggap benar, tapi ternyata kita cuma berdalih bahwa itu benar dari diri kita. ingat kembali lah, hal2 yang sudah kita tahu kebenarannya saja kita sering melupakan, apalagi hal yang kita tidak begitu tahu?

cinta, kalau kita hanya mengatasnamakan cinta, ya nanti hasilnya cuma bakal ketemu sama yang namanya egois? kenapa egois? ya kalau cinta antara dua orang pasti kan mikirnya, kita yang yang ngejalanin, terserah orang lain mau gimana. entah, apa hubungan yang memikirkan kebahagiaan berdua saja itu adalah yang namanya cinta, jika kita menjalani hubungan dengan seseorang, dan kita merasa nyaman, apa itu sudah masuk dalam kategori cinta? padahal cinta itu luas, dan jika kita mendalami lebih jauh, kita pasti akan susah untuk mengungkapkan cinta yang sebenarnya. dan cinta yang hakiki, hanya milik Tuhan kita semata, itu yang sering kita lupakan, secara tidak sengaja, kita seperti lebih mencintai orang yang kita cintai itu, daripada mencintai Dia yang menciptakan kita, dan itu sangatlah salah, salah besar.

jika kita ingin menjalani hubungan yang berdasarkan cinta yang sebenarnya, mulailah berpikir lebih jauh dan lebih dalam tentang cinta, apakah sebenarnya cinta itu? apa kita sudah tahu arti yang sebenarnya? ataukah hanya sekedar berpendapat dan mengartikan seenaknya saja apa yang namanya cinta? mulailah berpikir, jika kita belum tahu yang namanya cinta, gak usah terlalu tinggi dah kalau mau menjalani hal yang berkaitan dengan cinta, bedakan mana yang namanya sayang, cinta dan rasa ketertarikan semata. pasti, jika kita bisa membedakan, kita akan tahu arti yang sebenarnya, dan sebagai gantinya, kita akan lebih tenang menjalani semua yang yang berkaitan dengan cinta, walau kadang kita akan merasa berbeda, tapi itu akan membuat kita menjadi lebih baik. jika kita tertarik pada seseorang, dan kemudian kita ingin selalu dengan dia, apa kita jatuh cinta dengan dia? ataukah hanya tertarik? kita selalu ingin melakukan sesuatu dengan pacar kita, tiap hari rasanya hanya ingin berdua, apakah itu yang namanya cinta? ataukah nafsu belaka? dan ketika cinta tidak berpihak pada kita, dan kita menjadi sakit karena cinta, apakah cinta yang salah? ataukah diri kita yang belum bisa menerima arti sebenarnya cinta?

berdua, bahagia dalam cinta. apakah kita tidak sadar, ketika kita berbahagia berdua, kita menjadi lupa akan kebahagiaan orang lain? mungkin kita tidak berpikir, dan tidak habis pikir, kenapa kita menjadi lupa? apa karena kebahagiaan berdua itu sudah cukup? pikirkan... tentu saja, tidak, apa kita akan bahagia jika orang lain menderita karena kebahagiaan kita? dan itu terjadi jika kita mencoba menjalani hubungan yang berbeda keyakinan, kita kita hanya memikirkan diri kita saja, apa yang akan terjadi dengan orang2 yang di dekat kita? kita ingin mereka mengerti kita, tapi apa kita mencoba mengerti mereka? mana yang harus lebih dulu kita depankan? mengerti orang lain, atau dimengerti oleh orang lain? jika kita sudah dewasa, kita akan tahu jawabannya, yang terpenting adalah, mencoba memberikan yang terbaik bagi semuanya, jika kita harus bahagia, maka usahakan agar orang lain juga turut bahagia, dan jika sering mendengar istilah, lebih baik melihat orang lain bahagia walaupun kita tidak, cobalah, cobalah untuk menerapkannya. dunia bukan milik berdua, tapi milik semua orang yang hidup di dalamnya, jika kita ingin dihargai orang lain, mulailah dengan menghargai orang lain itu.

waduh, kok semakin tak terarah ya ceritanya, hhe, ya maklum lah, udah ngantuk juga, tapi tetep saya coba dah, memberikan yang baik2 buat kalian yang mau membacanya, hhe. lanjut bentar, kalau udah nonton filmnya sampai selesai nih, pasti jadi mudeng, saya tadi pas serius nonton nih, sempet menebak2 endingnya seperti apa, berdasarkan alur cerita, sepertinya endingnya seperti ini, hmmm, tapi saya tidak mau kalau nanti endingnya seperti ini? seperti ini bagaimana, ya kalau tadi sih, saya berpikir kalau nanti si cowok sama si cewek jadi menikah, jujur saja, saya kurang begitu suka kalau endingnya gitu, tapi ternyata endignya saya sangat suka, suka sekali, jadi puas nontongnya, walau tadinya berpikir bakal kecewa, hhe. sebelum bener2 ending, kan di situ si rosyid sama delia ketemu, terus ngebahas soal hubungan mereka, mau dibawa kemana? hhe, alias apa udah mantep sama hubungan mereka atau belum, ternyata mereka berdua belum punya jawabannya, terus hanya bisa berkata 'kita liat nanti aja' hhe, dan kemudian mereka menari bersama, sambil menangis sih, sedikit menyedihkan, hiks, tapi so sweet lah, hhe.

yap, endingnya, mereka akhirnya menikah dengan pasangan mereka masing2, dan itu membuat saya menjadi senang, benar2 film yang bagus sekali, pantes saja dapet penghargaan FFI, hhe. yup, hal yang bisa saya tangkap dari film itu, bukan masalah dari hubungan yang berbeda keyakinan, tapi makna dibalik masalah itu. jodoh itu tidak di tangan Tuhan, karena itu kita harus tetap mencari siapa jodoh kita, dan Tuhanlah nanti yang menghendaki, apakah dia itu jodoh kita atau bukan, jika dia jodoh kita, pasti kita akan diberi kemudahan, dan jika bukan, maka kita pasti akan diberi cobaan, apakah kita kan mengikuti apa yang dikehendakinya, atukah mencoba terus beranggapan, bahwa takkan lari jodoh dikejar? yang penting kita tidak begitu saja menyimpulkan bahwa dia jodoh kita, dan jangan berpikir juga, bahwa hanya dialah orang yang nantinya akan bersama kita, padahal sebenarnya, seseorang yang akan bersama kita, kita tidak tahu dimana dia berada sekarang, mungkin jauh di sebrang lautan, ataukah malah berada di sekitar kita. jangan berpikir bahwa dia jodohku, tapi jalanilah apa yang sekarang kamu jalani dengan lebih baik, jika memang tidak cocok, maka carilah yang lain, teruslah berusaha mencari hingga akhirnya kamu bertemu dengan orang yang kamu cari. ingat, cerita kita masih panjang, tidak hanya terpaku pada kisah ini atau itu saja. kita akan lebih menikmati hidup kita, ketika kita bisa menempatkan semua itu dengan lebih baik.

Kita berbeda karena untuk saling melengkapi, melengkapi hal yang kurang, agar menjadi hal yang utuh. tapi terkadang, hal yang terasa lengkap itu, akan menjadi kurang bagi orang lain.


0 comments:

Post a Comment

Home
 

©Copyright 2011 flip flip flow | TNB

©Copyright 2012 flip flip flow | Original Code by TNB, Re-Design and Coded by sleepingpasa

[close]